Thursday, August 18, 2011

Kuliner Unik Pilihan di Jakarta

1. Gado-gado Bonbin
Jalan Cikini IV No. 5, Jakpus
Resep olahan Oma sejak 1960 : irisan lontong, potongan kol, bayam rebus, tahu, toge serta separuh telur rebus. Lantas disiram denga saus kacang yang pekat dan ditaburi emping melinjo serta krupuk udang ukuran besar. Menu lain, cendol dan asinan betawi.

2. Cilantro Asian
Bistro & Lounge
Level 46, Wisma 46 Kota BNI, Jl Jend. Sudirman Kav. 1, Jkt
Asal tidak takut ketinggian, bisa menyantap tom yam goong sembari dikelilingi suasana Jkt yang terletak 200 meter di bawah. Nikmati juga menu Thailand poo op modin, serta dim sum di pagi hari atau menu High Tea yang cuma tersedia hari Senin sampai Jumat, dari pk 14.00 sampai 18.00

3. Sate Maranggi Bu Yayah
Jalan Laboratorium No. 3, Komp. PLN Duren Tiga, Jaksel
Menu utama, sate kambing dan sate sapi. Menu lain, oseng daun singkong, macam-macam pepes, sayur asem dan sop daging.Berbeda dengan versi aslinya di Plered, Purwakarta, penyegarnya memakai tomat danirisan bawang. Dagingnya empuk dan harum, saking empuknya seperti daging kambing muda, begitu pula aroma bumbunya juga harum.

4. Ayam Bakar Taliwang Bersaudara
Jl Panglima Polim IV No. 125, Jkt
Satu porsi ayam bakar taliwang berupa seekor ayam kampung utuh berukuran mini dengan bobot sekitar 300 sampai 400 gram saja, lebih dari itu, ayam akan terasa alot. Meskipun banyak menggunakan cabai, sentilan pedas ayam bakar ini lembut saja terasa di lidah. Untuk penikmat pedas, ada ayam plecing, yang rasanya lebih pedas.Menu pengiring, plecing kangkung, yang kangkungnya didatangkan dari Lombok, serta menu beberuk terong, yang mirip karedok, juga ada menu sate pusut, sate khas Sasak, berupa campuran kelapa setengah tua dan daging serta dibumbui dengan kemiri,daun jeruk, cabai dan garam.

5. Ayam Tulang Lunak
Hayam Wuruk
Pondok Indah Plaza I Blok UA No. 39.
Awalnya ada di kedai ayam tulang lunak di Jl Hayam Wuruk, Denpasar.Menu andalan sudah pasti ayam presto, selain ayam ada juga bebek dan bandeng presto. Kalau doyan ayam, pilih aja Ayam Goreng Crispy, Ayam Bakar atau Ayam Goreng Telur Asin. Jangan lupa, habisi pula tulang-tulangnya yang lunak digigit.

6. Bubur Kwang Tung, Seafood ala Hongkong
Jl Pecenongan
Menu andalan, bubur kepiting. Bumbunya hanya pakai garam dan kecap asin, nggak pake merica dan micin. Ada menu yang nggak terdaftar, tapi banyak dipesan, yaitu Kepiting Tumis Telur Asing, nah lu, kok bisa banyak yang tahu ya??? Padahal nggak ada di daftar menu…..

7. Bakmi Mbah Mo
Jl Fatmawati
Merupakan waralaba bakmi jawa Mbah Mo, Bantul, Yogyakarta. Menu andalan, bakmi godog, dengan kuah yang kental dengan campuran kemirinya sangat terasa,menjadikan kuah terasa lezat dan gurih. Minumnya…. .bisa pilih wedang jahe atau wedang ronde.

8.Warung Ayu
Taman Pura Aditya jaya, Jl Daksinapati Raya No. 10, Rawamangun, Jaktim
Mencari masakan khas bali??? Nasi campur bali??? Cobalah sajian Pura Aditya Jaya Ini. Ada tiga kios yang menjual masakan bali di halaman pura tsb, meski begitu kios milik I Gusti Ayu Taman bisa menjadi pilihan. Jika hari biasa orang datang ke warungnya untuk mencari babi panggang, pada hari Minggu menyediakan babi guling yang disajikan utuh, kue-kue ala Bali dan lawar merah. Menu pilihan lainnya yang bukan babi, adalah serombotan yang mirip dengan urap, telengis atau pepes blondo, ayam sambal mentah, sayur nangka kuah serta sate lilit ikan.

9. Restoran Cavana
Plaza Semanggi
Restoran waralaba berkonsep easy dining dengan menu andalan Classic Wings. Ayamnya juicy, tidak kering. Menu ayamnya tidak hanya digoreng tapi bisa juga direbus, dipanggang, dengan aneka pilihan bumbu seperti, bumbu thai, black pepper atau curry sweet and sour.

10. Kedai Tiga Nyonya
TIS Square, Jl MT Haryono Kav. 8 Tebet, Jaksel
Rindu masakan rumahan yang rasanya tidak aneh-aneh??? Coba sambut tawaran menu dari Kedai Tiga Nyonya ini. Menu andalan adalah ikan bakar pecah kulitdengan pendamping kangkung belacan yang nikmat disantap dalam kondisi panas.Menu masakan rumahan yang lain, seperti ngoh hiang, nasi goreng belacan (terasi)atau soka salad mangga sebagai pemancing selera. Minumannya, ada beberapa pilihan seperti es kelapa muda sirsak, es lobi-lobi atau es cingteng yang merupakan paduan kurma China, lengkeng lotus ship dan ginkgo dicampur menjadi satu. Untuk dessertnya, boleh dicoba pisang bakar berbalut cokelat dan keju yang crispy atau es duren madurodam serta menu es krim jadoel beraneka rasa yang home made. Sambil bersantap nikmati juga koleksi barang antiknya, seperti foto tiga perempuan dalam kebaya China yang menjadi ikon kedai ini, ada juga cermin besar, batu giok sertapernik- pernik dekorasi lainnya.

11. Riung Sari
Jl Juanda, depan Kantor Sekretariat Negara.
Dari namanya, jelas restoran ini menghidangkan masakan Sunda. Dengan konsep front kitchen, menu andalannya adalah ikan gurame bakar dan goreng, cumi bakar dan ayam bakar cabe hijau dengan sambel khas Riung Sari. Pas beruntung, bisa foto bareng dengan artis Titi Kamal, si pemilik restoran ini.

12. Konopizza
Mal Kelapa Gading, Lantai Dua
Mau coba makan pizza yang mirip es krim contong  Mampir aja ke Mal Kelapa Gading lantai dua! Sepotong pizza tidak lagi disajikan di atas loyang dan harusdisantap sambil duduk manis di samping meja. Sebaliknya adonan toping pizza ditempatkan di atas kulit roti yang mirip tempat es krim dan sudah bisa siap dengan waktu lima menit. Cocok untuk yang punya mobilitas tinggi.

13. The Affair
Apartemen Permata Hijau, Jakarta
Affair tak selalu berkonotasi negatif, apalagi jika melakukannya di sebuah restoran yang menyediakan koneksi internet gratis. Bahkan bisa bebas melakukan affair sambil menyantap ikan cod yang direndam dengan sake dan saus Jepang. Menu andalan, chillie cheese tomato toast panini, angel hair pasta with chillie, tobico and mirin, garlic potatoes with marjoram serta gindara with sake and soy.

14. Kopitiam
Lobby Tower Azalea, Apartemen Garden Mediterania Residence,
Tanjung Duren
Belum pernah menikmati sarapan dim sum siap saji dengan kemasan praktis  Kedai kopi Oriental ini tampil beda dibandingkan dengan warung-warung berlabel Kopitiam di Singapura atau Malaysia. Menu dim sum merupakan menu andalan,menu tambahan, bubur telur pitan, nasi tim, hainan chicken rice sebagai menupenyeimbang. Tentu saja, bagi penggemar kopi masih bisa menikmati caffe latte,cappuccino, hot choco danblack coffe.

15. Sop Ikan Resto
Khas Batam Ruko
Jl Boulevard Raya Barat, Kelapa Gading
Restoran dengan gaya interior minimalis modern dan dapur terbuka ini menyajikan deretan menu khas Kepulauan Riau, antara lain, sop ikan, bawal teluk pulai steam atau goreng. Sop ikannya tidak amis, bahkan terasa manis, gurih dan asin, karena aroma rempah seperti jahe, serai dan kedelai yang ditumbuk halus plus ikan yang segar.

16. Thai Village,
Sharksfin Restaurant
Sona Topas Tower, Lantai 21, Jl Jend. Sudirman Kav. 26
Penggila sirip ikan hiu pasti puas! Sirip ikan hiunya dihidangkan cukup besar, tidak diiris-iris seperti di restoran lain, disajikan dalam bentuk sop kuah kental, dicampur dengan kepiting, irisan cumi, ayam, kecambah besar serta daun ketumbar sebagai penyedap aroma. Ada dua jenis pilihan sambal, ada yang ala China yaitu cabe dirajang plus kecap asin atau sambal ala Thai yang berwarna hijau muda dan berasa asem banget.

17. Restoran Kyoka
Bapindo Plaza Lantai 27, Jl Jend. Sudirman
Menu unggulan adalah kaiseki ala raja Jepang tempo doeloe. Sebagai minuman pendamping, bukan sake, tetapi shochu yang terbuat dari ubi fermentasi. Yang perlu diingat, penikmat hidangan kaiseki, harus meluangkan waktu cukup panjang, karenahidangan fine dining ini memakan waktu hingga empat jam untuk dinikmati. Selain kaiseki, maguro sushi (ikan tuna), toro sushi (ikan toro), California Roll (nasi sushi ikan dibungkus rumput laut kering) dan chirasi sushi yang menggunakan ikura ( telur ikan salmon) menjadi favorit pencicip yang mampir ke restoran ini.

18. Restoran Paparazzi
Plaza Indonesia, Lantai Dasar
Sepintas gaya dan konsep restoran ini, tak jauh beda dengan restoran Paprazzi di Kuta, Bali, yang mengarah pada konsep modern Australia. Menunya, khas restoran di kawasan Sydney dan Melbourne, seperti risotto, steik dari beef tenderloin, portable mushroom risotto-grana- truffle oil, yakni nasi tim butiran besar khas Italia yang dihiasi dengan lembaran keju, atau mencicipi menu unggulan, parmesan crusted sole (ikan sebelah) yang dihidangkan bersama masakan daun bayam dan saus lemon. Jika doyan makanan pembuka jenis kuah atau krem, bisa pilih lobster isque fresh musselscrusty bread.

19. Restoran Takigawa
Jl Panglima Polim X No 10P, Melawai,
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Penikmat kuliner yang selain ingin menikmati masakan khas Jepang juga ingin menikmati suasana musim gugur di Jepang, boleh mencoba restoran ini. Menu andalannya adalah kamameshi, nasi bakar Jepang yang berkerak. Beras Jepang yang dimasak dengan air kaldu ikan selama 20 menit diberi bubuk cabai kering Jepang, sehingga beraroma dan rasa yang kuat. Nasi dimasak dalam wadah yang terbuat dari aluminium yang dipesan langsung dari Jepang. Tambahan lain dalam kamameshi dapat pula berupa gomoku (salmon, scallop, udang ayam), tori (ayam, telur), takigawa (belut, kepiting, udang, salmon, scallop, ayam) atau unagi (belut).
Menu unggulan lainnya, kushiyaki (sate Jepang) yang proses pembakarannya diberi sake sehingga aroma dan rasanya menjadi gurih. Atau boleh dicoba fhusion sushi roll, nigiri sushi serta sashimi. Jangan lewatkan makanan
pembukanya, wakame salad.

20. Warung Bakudapa
Bali Splash Area, Kemang,
Jakarta
Penggemar makanan khas Manado bisa berburu ke warung modern ini. Beberapa menu, seperti sop buntut, dendeng balado, nasi campur, bubur manado sampai tempe penyet boleh dicoba. Sop buntut Bakudapa menjadi sop buntut favorit di Bali. Lho…kok…di Bali???
Memang, warung ini merupakan cabang Bakudapa yang di Bali.. Sambalnya, yang disebut sambel mata lumayan ‘menantang’, Cabe, bawang merah dan bumbu lain tidak diulek, tapi dicacah. Jadilah, sambel mentah yang gurih.

21. Burger Blenger
Jl Lamandau IV, Kebayoran Baru, Jaksel
Burger dan hot dog di kedai ini tampil dalam porsi besar dan olesan mayonnaise yang terbilang royal.. Di kedai ini cuma ada empat menu makanan, yaitu cheese burger, beef burger serta chili dog dan cheesy dog, kedua terahir ini merupakan aplikasi resep dari Jerman. Menu andalannya adalah cheese burger, satu porsi cheese burger ala Burger Blenger ini memang benar-benar bikin mblenger kekenyangan. Selain ukurannya heboh, sayuran dalam cheese burger ini tampak agak berbeda, timunnya adalah kyuri atau timun Jepang segar, bukan timun yang diasinkan, selada air atau selada keriting diganti dengan letuce, sehingga jika
digigit lebih crispy.

22.Restoran Excito
Hotel Spark
Buat pecinta sea food, restoran ini menjanjikan sesuatu yang baru dan segar, yaitu appetizer sea food. Dari 70 item makanan dalam daftar menu, 90% nya merupakan sea food yang dihidangkan dengan penyajian konsep Barat lewat paket buffet dinner.
Menu pembuka yang wajib dicoba, smoked salmon, sea food lobster dan sea food kepiting yang semuanya diolah ala rebus agar kandungan gizinya tidak berkurang dan tentu saja terlihat lebih segar.

23. Lara Djonggrang
Jl Cik Di Tiro No. 4, Menteng, Jakarta Pusat
Ingin mencoba pengalaman menyantap hidangan yang konon pernah disantap Raja Hayam Wuruk?
Menurut siempunya restoran, Raja Hayam Wuruk yang memerintah Kerajaan Majapahit, melakukan ekspedisi menyusuri tempat-tempat di tanah air selama 10 bulan dan selama itu menikmati perpaduan hidangan “inggil” kerajaan dengan masakan khas masyarakat di tempat-tempat yang disinggahi. Hidangan tersebut kini tersaji di Lara Djonggrang, restoran yang didesain mirip museum ini, membuat penggemar kuliner seolah-olah berada di awal abad ke-14. Merujuk ke buku menu dengan ukuran besar dan berat, sebagai hidangan pembuka, Udang Swarloka, bola udang renyah yang disajikan di wadah unik berbentuk kerang merupakan menu spesial yang harus dicoba. Sedangkan menu utama berupa hidangan laut, sebut saja, Pasar Ikan Nelayan Kampong Tugu yang merupakan campuran hidangan laut segar bakar atau rebus, seperti udang, cumi, kerang dan kepiting.. Juga, ada Rajungan Bumbu Rujak khas Tuban, Kare Udang Kipas khas Kepulauan Seribu atau Kerang Hijau Saos Rendang khas pesisir Padang. Sambal yang menemani hidangan ini, bisa dicoba sambal terasi, sambal matah khas Bali atau sambal lombok ijo. Yang tak kalah unik adalah beragam nasi dari seluruh nusantara yang kini nyaris terlupakan. Ada nasi dengan masakan khas masyarakat di tempat-tempat yang disinggahi. Hidangan brongkos khas Demak, nasi merah, nasi kunyit dan nasi jagung. Nasi jagung di restoran ini, tidak seperti layaknya nasi jagung khas Madura yang menggunakan jagung keras, tetapi menggunakan beras pulen yang dicampur butiran jagung rebus yang empuk.

24. Penangbistro
Kebon Sirih Raya, Jakarta
Untuk penggemar masakan khas negeri jiran Malaysia, restoran ini bisa menjadi salah satu pilihan. Dengan interior bernuansa modern kontemporer, Penangbistro menyajikan masakan khas daerah Penang, yang terkenal dengan paduan cita rasa empat budaya, yaitu Malaysia, China, India dan Portugis. Tak heran, jika dalam daftar menunya bisa didapatkan, roti canai chicken curry ala India, sea food steamed ikan garoupa otak-otak, mango chicken, nasi lemak penang, prawn mie, sate ala Malaysia, kerabu ebi mangga,Malay seafood mie, atau nasi nyonya yang gurih lengkap dengan kare ayam dan sambal ikan bilis. Sebagai hidangan pembuka, ada penang rojak atau salad khas Penang, sedangkan menu penutupnya, ada pulut hitam dengan es krim.

25. Restoran Dante
Jl Dharmawangsa Raya, Jaksel
Jika kebetulan Anda doyan dengan masakan oriental, bisa memilih menu andalan berupa kwetiauw atau nasi siram sapi lada hitam, nasi ayam canton, mie goreng ala Hongkong, nasi goreng yong chow dan aneka dim sum. Sedangkan minuman andalan restoran ini adalah minuman serba madu yang disebut flavour hony, dimana semua aneka jus menggunakan pemanis madu, sehingga rasanya lebih
enak.

26. Restoran Tofu
Dharmawangsa Square, Jakarta
Restoran serba tahu!
Maksudnya bukan serba mengetahui, tetapi tahu yang umumnya diolah menjadi penganan seperti tahu pong, tahu isi atau pepes tahu. Menu favorit, tofu meteor, berasal dari tahu, udang dan ayam yang dilumatkan dan dibumbui, lumatan itu lalu dibungkus dengan kulit lumpia dan digoreng, terus dihidangkan dalam tatanan yang mirip kobaran api layaknya meteor.. Lainnya? Ada hot pot tofu and crab meat, menu ini disajikan dalam mangkuk yang dibakar dan berisi daging kepiting, udang, jamur, ikan dan sayur dengan kuah kental. Ada lagi, mapo dou fu, tahu pedas dengan taburan daging cincang dicampur dengan bawang Bombay, jamur dan cabai merah, rasanya spicy. Serta, claypot tofu garlic and spinach, prawn tofu soup dan stirfried beef with tofu. Hidangan pembukanya boleh dicoba silken tofu salad, sedangkan penutupnya blue smoothies, minuman yang beraroma kulit jeruk, dengan bahan sari tahu sutra, sirup blue curacao dan whipping cream.

27. Saung Grenvil
Kompleks Grenvil Blok AV-12A, Jakarta Barat
Kedai ini menawarkan 200 macam menu masakan dari empat jenis makhluk laut, yaitu varian dari udang, kepiting, ikan dan kerang. Sebagai makanan pembuka, ada kerang rebus atau udang api-api rebus, udang berukuran sedang ini tampak bersemu merah dan disajikan dalam piring kecil beralaskan daun pisang. Sambal untuk menemani makanan pembuka ini ada dua macam, yang satu berupa sambal cocol biasa, yang lainnya campuran cabai, nanas dan gerusan kacang yang merupakan sambal khas pantai timur Sumatra. Menu yang paling banyak dicari adalah kepiting lada hitam dan saus padang, karena rasanya pedas, juga menu udang goreng mentega, rasa udangnya gurih bercampur manis karena waktu dimasak ditambahkan madu. Untuk minuman penggelontor makanan tersebut, tersedia es markisa atau es terong belanda.

28. Soto Bu Tjondro
Jl Pondok Cabe Raya 50B, Tangerang
Penggemar soto merupakan komunitas yang memiliki banyak pilihan. Maklum,banyak citarasa soto khas dari beberapa daerah. Soto bening ala Yogyakarta sudah pasti berbeda dengan soto betawi yang sarat santan. Soto Kudus berisi irisan ayamlain rasanya dengan coto Makassar. Soto khas Solo biasanya berupa soto daging sapi.
Tapi, di kedai Soto Bu Tjondro, akan kita dapatkan soto Kudus yang diracik orang Solo. Sesuai dengan nama kedainya, menu soto tentu saja menjadi hot item. Soto bikinan buTjondro yang asli Solo ini merupakan jenis soto Kudus, sotonya hadir dalam mangkuk yang cukup besar. Isinya padat, ada soun, suwiran ayam yang royal,toge pendek serta kuah bening. Itu adalah soto versi biasa, soto spesialnya dibedakan dengan mengimbuhi kentang tipis yang digoreng garing serta sebutir telur pindang.
Telur pindang bikinan Bu Tjondro sedikit berbeda dengan telur pindang lain, telurnya sangat tanak dengan warna cokelat menyelimuti, serta kuning telur yang berwarna tua.Rasanya manis, sebenarnya telur tersebut adalah telur gudeg. Aksesori makan soto juga tersedia, seperti tempe dan tahu bacem, sate ati ampela, sate kerang, sate telur puyuh, sate babat, serta sate limpa, juga berbagai macam kerupuk, seperti rambak dan karak.

29. Warung Daun
Jl Wolter Monginsidi No. 41, Jakarta
Warung Daun menyodorkan pilhan beragam menu masakan Sunda. Menu andalan adalah olahan gurame, sambal ngebul dan nasi liwet. Yang unik, lalapan di sini merupakan sayur organik dan masakan dibikin tanpa vetsin.
Nasi liwet disajikan di dalam kastrol atau ketel, khas cianjuran, dalam keadaan mengepul seperti baru diangkat dari kompor. Saat penutup kastrol dibuka, tampak teri masak yang ditaruh di atas potongan daun pisang. Sebagai lauknya, bisa memesan olahan gurame, ada beberapa pilhan, dari gurame goreng sampai gurame tumis pete,namun andalannya adalah gurame saus mangga. Sedangkan untuk lalapan, dipakaibahan baku sayur organik, penampilan lalapan organik tidak berbeda dengan lalapan biasa, hanya rasanya yang berbeda. Kemangi organik rasanya lebih pedas dari yang biasa, timunnya juga lebih segar dan lebih banyak mengandung air. Jangan lupa mencocol sambalnya yang istimewa, sambal khas Warung Daun. Sambal ini diantarkan dalam cobek tanah liat yang ditutup, tutup cobek akan dibuka di depan pemesan, lantas, asap dengan aroma terasi yang kuat mengepul dengan bebasnya. Tak heran, kalau sambal yang berhias daun kemangi serta irisan daun bawang ini disebut sambal ngebul.

30. Sandwich Bakar
Jl Pesanggrahan Raya No. 168, Jakarta Barat
Sandwich selalu banyak penggemarnya. Barangkali lantaran praktis dan gampangdibawa. Bagi penggemar sandwich, bisa mencoba sandwich bakar. Bentuknya, seperti lazimnya sandwich, ada roti, ada sayur, ada daging atau ikan atau ayam, keju plus mayonnaise, tapi sisi-sisi luar roti itu gosong kecoklatan bekas dipanggang. Alhasil, jadilah hidangan yang kompromis antara selera Indonesia dengan gaya barat. Varian menu sandwich bakar yang banyak dipesan adalah chicken lada hitam dan beef lada hitam. Pengantar makan sandwich di sini bukan soft drink, juice atau lemon tea, tapi adalah wedang ronde atau wedang sekoteng.

Wednesday, August 17, 2011

9 Pantai Eksotis di Pulau Bangka

Photography by Barry Kusuma

1. Pantai Parai Tenggiri :



adalah pantai yang terletak di kawasan daerah Matras. Pantai ini sering dijadikan obyek wisata dan terkenal dengan batuan granit berbagai ukuran. Fasilitas yang tersedia antara lain hotel, outbound serta permainan olah raga air.

2. Pantai Matras :




Pantai yang populer di kalangan masyarakat Bangka, karena garis pantai yang datar dan sumber air tawar yang mengalir deras ke arah pantai, menjadikan pantai ini lokasi yang sangat cocok untuk piknik dan berenang.

3. Pantai Tikus :




Pantai ini salah satu pantai yang terindah di Pulau Bangka, karena lokasinya yang terpencil dan banyak sekali bebatuan besar yang indah disini.

4. Pantai Teluk Uber :




Pantainya landai dengan ombak lumayan besar dan dikelilingi oleh batu vulkanik yang unik dan indah.

5. Pantai Tanjung Penyusuk :




Pasir putih, pemandangan unik dengan pantai pasir putih yang asli dihiasi oleh batu-batu granit yang artistik dan air laut sejernih kristal

6. Pantai Romodong :




Dikelilingi oleh ratusan pulau-pulau kecil. Salah satu pantai terbaik dan unik di Indonesia

7. Pantai Pasir Padi :




Adalah pantai yang terletak di Desa Sinar Baru, Kecamatan Sungailiat. Pantai ini sering kali dijuluki sebagai Pantai Surgakarena keindahannya

8. Pantai Layang :




Pantai layang adalah salah satu pantai yang banyak bebatuan di Pulau Bangka, kita bisa menikmati sunset di Pantai ini.

9. Pantai Bedaun




Pantai ini merupakan pantai yang mempunyai ukuran batu2 khas Pulau Bangka yang lebih besar dari pantai2 lainnya, sehingga objek batu tersebut bisa menjadikan objek foto landscape yang sangat indah.

New Honda Blade 2011 Features



1. Lampu Utama
Kalo di Blade sebelumnya lampu utama ada di dada atau tameng depan, kini dipindah ke batok atas (bukan lagi kedok buta). Sementara lampu di tameng, hanya sein yang desainnya dipromosi sangat futuristik, karena menganut model tajam-tajam seperti sepasang mata. "Di bagian dalamnya juga ada garis lensa atau mika yang kami sebut inner lens (jadi mirip alis mata)," kata Hideki Ikeda, Honda R&D Co. Ltd, Motorcyle R&D Center yang terlibat dalam proyek pengembangan generasi baru Blade ini. "Nah, khusus di lampu utamanya, model dua lampu utama (dual headlight)!" tambahnya. Kalo sekilas seperti lampunya Jupiter Z, deh Brad!






2. Leg shield ventilation
Sayap di HNB 110 ini enggak Cuma dirancang lebih macho dan gagah dari versi sebelumnya. Tapi sudah menganut desain 3 dimensi alias 3D design. "Enggak Cuma itu, di bagian dalamnya juga sudah dilengkapi kisi-kisi lubang udara atau ventilasi untuk memaksimalkan penyaluran udara terpaan dari depan," sambung Ikeda dengan bahasa Inggris terpatah-patah.



3. Cover Structure for The Intake Opening
Nah, benda ini ada di rangka tengah, tepatnya di bawah setang. Berupa tutup yang bisa dilepas berbentuk seperti huruf M. Berfungsi untuk mensuplai atau mensirkulasi udara bersih ke boks filter udara di bawahnya. Ini juga untuk mendukung proses kinerja mesin lebih maksimal.



4. Engine protector
Jelas, ini peranti pelindung mesin. Selain menguatkan nuansa stylish, juga melindungi kaki pengendara dari panas yang dihasilkan mesin (bagian mesin sebelah kanan). "Di bebek lain enggak ada lo," bangga pria bersahabat ini. "Pokoknya, selain bikin terlihat gaya, juga unik deh!"



5. Placement of the rear cushion
Kalo ini merujuk pada penempatan posisi sokbreker gandanya yang sudah dirancang seefisien mungkin (baik sudut kemiringan dan jenis sokbreker yang dipakai), demi mengakomodasi kenyamanan pengendara. Selain itu, untuk menjaga stabilitas kinerja peranti ini, bagian dalamnya juga dilengkapi pelindung. Sehingga, debu dan kotoran tidak mengganggu saat suspensi bekerja.



6. Rear cushion attachment
Ini juga berhubungan dengan suspensi belakang tadi. Artinya, di ruang sokbreker tadi, selain ada pelindungnya juga ada semacam sepatbor bagian dalam sebagai penahan cipratan lumpur saat besutan dipakai di medan yang buruk. Jalan becek dan lainnya, sehingga tidak mengganggu mekanisme sokbreker. "Ini tentu selling point tersendiri kan, buat bebek!" sahut Ikeda lagi.



7. Exhaust muffler protector
Demi mendukung nuansa racing, selain knalpot yang dirancang bernuansa pacuan balap, juga dilengkapi pelindung pada bagian silencernya. "Kan nuansanya udah balap, ya model knalpotnya juga gitu, dong!" kelakar Ikeda. "Tapi sebenarnya ini lebih pada melindungi kaki pembonceng dari sengatan panas knalpot, sih!"




8. Chain adjuster
Bahasa bebasnya sih, ini peranti penyetel ketegangan rantai penggerak. Di motor kompetitor tentu sudah duluan pakai. "Tapi buat Honda, khususnya di bebeknya, ini benar-benar baru. Karena memang fungsinya untuk memudahkan konsumen dalam hal mengakurasi rantai tadi. Intinya, nyetel si rantai jadi lebih mudah, tinggal kencangkan saja bautnya!" kata pria berperawakan sedang ini.



Nah, itu kalo kita ngomongin 8 poin utama yang jadi menu dagangan di Blade baru tadi. Karena menurut Indraputra, di HNB110 ini masih ada lagi fitur atau teknologi lain yang diberikan sebagai bonus. Demi memanjakan penunggangnya. Di antaranya:
1. Mesinnya sudah menganut toller rocker arm (lengan pelatuk klep beroda)
Artinya, bidang kontak pelatuk klep dan camshaft lobe dlengkapi roda roller yang mereduksi gesekan sehingga putaran mesin jadi lebih enteng. Ini juga sekalian bisa memperpanjang umur komponen.


2. Textured surface piston (dinding piston bertekstur)
Kalo di Blade sebelumnya pada bagian atasnya diberi lubang pelumasan sekaligus pendinginan, nah di HNB110 ini pistonnya memiliki alur halus yang berguna menjaga lapisan oli tetap menempel untuk meminimkan gesekan dengan dinding silinder. Alhasil kinerja mesin lebih enteng, bertenaga dan efisien.


3. Mesin berbasis EFT (efficient & low-friciton technology)
Teknologi ini terfokus pada minimnya gesekan pada jeroan mesin bergerak, sehingga berpengaruh pada penghematan bahan bakar, tapi mesin tetap bertenaga dahsyat!


4. Offset cylinder (jarak sumbu silinder)
Juga dirancang untuk mengurangi gesekan piston dengan ruang silinder. Jadi, dapur pacu lebih powerful, tapi efisien.


5. Honda Variable Ignition Control (HVIC)
Ini adalah penerapan teknologi baru untuk timing pengapian yang lebih tepat sesuai kebutuhan pengendara. "Simpelnya, pengapian yang diseting secara elektronis dengan memiliki dua kurva pengapian. Jadi, si pengapian ini akan mengikuti kebutuhan mesin tadi, sesuai pengoperasin si pengendara. Ujung-ujungnya, tentu saja lebih pada efisiensi bahan bakar!" Ikeda.


6. Double Cakram
Kalo Blade lama cakramnya hanya di roda depan, di HNB110 ini, roda belakang juga dikasih cakram. Nah, ukuran diameter cakramnya, depan 220 mm, sedang di belakang 190 mm


7. Pelek Racing palang 5
Ini sebuah kelengkapan besutan bernuansa arena balap. Peleknya pun dipilih model palang lima dengan bilah-bilah cukup renggang. Selain terkesan racing, pelek ini juga diklaim ringan, demi mensuport kelincahan tunggangan saat harus bermanuver.


8. Footstep pengendara bisa menekuk
Kalo sebelumnya pijakan kaki pengendara tidak bisa menekuk, di HNB bisa, meski tidak todal menekuk atau bisa dilipat. Ini berguna saat rider melakukan menikung rebah, sehingga tatakan kaki ini tidak menggaruk aspal.


9. Rangka baru
Basis rangkanya memang mirip Blade lama, tapi ini lebih dikembangkan demi kenyamanan berkendara dan riding position sempurna bagi pengendara. Katanya sih, dimensinya juga mengelami penyempurnaan, alias lebih panjang dari versi sebelumnya.


10. Bagasi 7 liter
Khusus di HNB110 ini, memang kapasitas atau daya tampungnya lebih banyak dari versi sebelumnya. Selain muat kunci-kunci standar, juga barang bawaan, seperti jas hujan, sarung tangan. Sayangnya, tidak muat helm.


11. Lampu belakang dan behel belakang

Stoplamp, memiliki desain yang lebih sporti, karena menganut model tajam-tajam dan pipih, untuk mengejar bentuk bodi yang mengecil di bagian belakang. Sedang behel belakang, juga terkesan futuristik layaknya diterapkan pada behel Honda Vario.




Data Spesifikasi
Tipe mesin: 4 langkah, SOHC, pendingin udara
Diameter x langkah: 50 x 55,6 mm
Volume langkah: 109,1 cc
Daya maksimum: 8,4 PS/7.500 rpm
Torsi maksimum: 0,83 Kgf.m/5.500 rpm
Kopling: Ganda, otomatis, sentrifugal, tipe basah
Starter: Kick dan elektrik
Busi: ND U20EPR9, NGK CPR6EA-9
Kapasitas tangki: 3,7 liter
Kapasitas pelumas: 0,8 liter
Transmisi: 4 percepatan rotari/bertautan tetap
Aki: MF 12V-3,0 Ah (tipe MF)
Sistem pengapian: DC-CDI, baterai
Panjang x lebar x tinggi: 1.898 x 709 x 1.080 mm
Jarak sumbu roda: 1.227 mm
Jarak terendah ke tanah: 135 mm
Berat kosong: 104 kg
Tipe rangka: Tulang punggung
Tipe suspensi depan: Teleskopik
Tipe suspensi belakang: Lengan ayun dengan sokbreker ganda
Ukuran ban depan: 70/90-17
Ukuran ban belakang: 80/90-17
Rem depan: Cakram hidraulik dengan piston tunggal
Rem belakang: Cakram hidraulik dengan piston tunggal
Pilihan warna: Racing Special Edition (Repsol), Victory Red, Dominate Black, Superior Black, Accelera Green


Antivirus Test 2011

Each year we run several Performance Tests on the top Antivirus programs to see how they impact a computer's performance. See the 8 tests below that we ran on 2011 Antivirus Software.


1) Memory Use:




Note: 10 separate readings were taken 1 minute apart while the computer was idling. The average memory usage (MB) is given in the graph below.

2) Reboot Time Increase:




Note: Reboot time after antivirus installation was compared to the reboot time without any antivirus software installed. 10 reboots were performed and the average increase in reboot time is shown in the graph below.

3) Installation Size:




Note: The installation size of each antivirus program is shown below - updates were downloaded after installation and are included in the results below.

4) Initial Scan Speed:




Note: A 1.0GB set of files was scanned (3000 total files, including Windows system files, media files, and other files commonly found on a computer system), and the first scan after antivirus installation is shown below. The Initial Scan Speed (below) is generally slower than the Subsequent Scan Speed (see test #5) since many files are not scanned in the latter.

5) Subsequent Scan Speed:



Note: A 1.0GB set of files was scanned, and the average scan speed was calculated from 10 scans (not including the Initial Scan) with a system reboot in between each scan.

6) Initial Application Launch Time:



Note: Mozilla Firefox was launched 10 times with a system reboot in between each. The time taken was compared before and after antivirus installation. The average increase in initial launch time is shown in the graph below. Generally initial application launches (below) take longer than subsequent launches (see test #7). All antivirus add-ons and toolbars for Firefox were disabled/uninstalled before running this test.

7) Subsequent Application Launch Time:



Note: 10 launches of a web browser (Mozilla Firefox) were compared before and after antivirus installation. The average increase in subsequent launch time is shown in the graph below (1st launch after reboot is not included). As with the test above, all antivirus add-ons and toolbars for Firefox were disabled/uninstalled before running this test.

8) File Conversion Time:




Note: Conversion time of a MP3 file being converted to several different formats (MP3 > WAV > MP3 > WMA > MP3). The conversion time with antivirus installed was compared to the conversion time without any antivirus, and the average increase in conversion time of 10 trials is shown below.


Overall 'System Impact Score'




Note: The "System Impact Score" is a cumulative score tallied from the above 8 Antivirus tests. 15 points are given for a top ranking in each of the above tests, while 1 point is given for a bottom/15th-place ranking. The higher overall score the better (120 total possible points).

Tuesday, August 16, 2011

The True Love in Islam

Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya.

Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan!

‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.

”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali.

Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakr lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya.

Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab.. Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali.

Lihatlah berapa banyak budak Muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud.. Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insya Allah lebih bisa membahagiakan Fathimah.

’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin. ”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali.

”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.”

Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu.

Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum Muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh- musuh Allah bertekuk lutut.

’Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah. ’Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah ’Ali dan Abu Bakr. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ’Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, ’Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata, ”Aku datang bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan ’Umar..”

Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah. Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ’Umar melakukannya. ’Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi.

’Umar telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah. ”Wahai Quraisy”, katanya. ”Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ’Umar di balik bukit ini!” ’Umar adalah lelaki pemberani. ’Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. ’Umar jauh lebih layak. Dan ’Ali ridha.

Maka ’Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran ’Umar juga ditolak.

Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti ’Utsman sang miliarderkah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri.

Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adzkah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn ’Ubaidah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?

”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan. ”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi.. ”

”Aku?”, tanyanya tak yakin.

”Ya. Engkau wahai saudaraku!”

”Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?”

”Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”

’Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang.

”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan- pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya. Lamarannya berjawab, ”Ahlan wa sahlan!” Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi.

”Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?”

”Entahlah..”

”Apa maksudmu?”

”Menurut kalian apakah ’Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban!”

”Dasar tolol! Tolol!”, kata mereka,

”Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya !”

Dan ’Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan ke kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang.

Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ’Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti.


Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fathimah berkata kepada ‘Ali, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda ”

‘Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapa engkau mau manikah denganku? dan Siapakah pemuda itu?”

Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu”

Kemudian Nabi saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan aku untuk menikahkan Fatimah puteri Khadijah dengan Ali bin Abi Thalib, maka saksikanlah sesungguhnya aku telah menikahkannya dengan maskawin empat ratus Fidhdhah (dalam nilai perak), dan Ali ridha (menerima) mahar tersebut.”